MEDIAFIRE FOLDER

5 Nov 2010

KLONING

Tugas Sekolah

SEJARAH KLONING 
 
Kloning pada tanaman dalam arti melalui kultur sel mula-mula dilakukan pada tanaman wortel. Dalam hal ini sel akar wortel dikultur, dan tiap selnya dapat tumbuh menjadi tanaman lengkap. Teknik ini digunakan untuk membuat klon tanaman dalam perkebunan. Dari sebuah sel yang mempunyai sifat unggul, kemudian dipacu untuk membelah dalam kultur, sampai ribuan atau bahkan sampai jutaan sel. Tiap sel mempunyai susunan gen yang sama, sehingga tiap sel merupakan klon dari tanaman tersebut.
Kloning pada hewan dilakukan mula-mula pada amfibi (kodok), dengan mengadakan transplantasi nukleus ke dalam telur kodok yang dienukleasi. Sebagai donor digunakan nukleus sel somatik dari berbagai stadium perkembangan. Ternyata donor nukleus dari sel somatik yang diambil dari sel epitel usus kecebong pun masih dapat membentuk embrio normal.
Sejak Wilmut et al. berhasil membuat klon anak domba yang donor nukleusnya diambil dari sel kelenjar susu domba dewasa, maka terbukti bahwa pada mammalia pun klon dapat dibuat. Atas dasar itu para ahli berpendapat bahwa pada manusia pun secara teknis klon dapat dibuat.
Domba 'Dolley' bukanlah kasus yang pertama kali dalam perkara ini. Banyak sekali eksperimen dan riset yang telah dilakukan oleh para ilmuwan dalam masalah ini. Hanya saja, kasus kloning domba 'Dolley' yang paling banyak diekspos dan digembar-gemborkan oleh media, sehingga ia dianggap sebagai satu keberhasilan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang tiada duanya.
Untuk menekankan hal di atas, berikut ini beberapa urutan (daftar) sejarah kloning:
  1. Tahun 1938, seorang genolog (ahli tentang gen) berkebangsaan Jerman, Hans Samyan mengadakan sebuah eksperimen penggabungan benih sel (embrio) seekor katak dengan sel indung telur (ovary) yang dicabut (dicopot/dibuang) sel benihnya.
  2. Tahun 1944, sebuah keberhasilan dalam mengadakan pembuahan (fertilisasi) di luar rahim.
  3. Tahun 1949, penemuan metode penggunaan gliserol untuk memelihara/menjaga sperma, dengan cara dibekukan (dikentalkan).
  4. Tahun 1951, sebuah keberhasilan dalam menciptakan kehamilan pada seekor sapi, dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim sapi yang lain.

  1. Tahun 1952, kelahiran seekor domba dengan menggunakan sperma yang dibekukan/dikentalkan.
  1. Tahun 1952, sebuah keberhasilan awal dalam proses kloning seekor katak. Ini merupakan usaha pertama dalam masalah kloning dengan menggunakan sel-sel gen (cells of gene) – dengan menggunakan sel tubuh yang sudah dewasa, seperti yang terjadi pada domba 'Dolley'.
  1. Tahun 1953, pembuahan (fertilisasi) sel telur wanita pertama dengan menggunakan sperma yang telah dibekukan/dikentalkan yang diperoleh dari sebuah bank sperma. Kemudian wanita tersebut mengandung–hamil sebagaimana biasa wanita hamil–dan akhirnya melahirkan seorang anak.
  1. Tahun 1959, kelahiran seekor kelinci melalui proses bayi tabung.
  1. Tahun 1962, seorang researcher (al –baahits, peneliti), Jhon Garden, mengkloning katak pertama-yang berhasil dengan sempurna- dari seekor brudu (cebong, anak katak) yang sudah dewasa.
  1. Tahun 1970, keberhasilan proses kloning dua ekor tikus dari gen yang dibuahi (feritized gene).
  1. Tahun 1972, kelahiran domba pertama dari gen yang dibuahi dan dibekukan/dikentalkan.
  1. Tahun 1978, kelahiran bayi tabung pertama, yang diberi nama Louis Brown di Inggris melalui usaha Dr.Setbeto dan Dr.Edward.
  1. Tahun 1979, keberhasilan kloning kambing untuk pertama kalinya, dari sel sperma dan sel telur (ovum) melalui proses kloning secara aseksual
  1. Tahun 1984, kelahiran bayi Australia pertama, Zewiy dari sel telur yang dibuahi dan dibekukan.
  1. Tahun 1993, keberhasilan proses percobaan kloning pertama pada gen manusia di universitas George Washington di Amerika dari sperma yang telah sempurna dan dibuahi dari beberapa sel sperma yang fertil dan memiliki sel telur (ovum) oleh usaha Dr. Scilman dan Dr. Haul. Namun, bayi tersebut hanya dapat hidup selama enam hari.
  1. Tahun 1996, kesuksesan awal dalam kloning tanpa melalui proses seksual.Tahun ini juga awal lahirnya kloning domba 'Dolley'.
  1. Kelahiran anak kembar pertama dari kera 'Rezos' yang diberi nama 'Neto' dan 'Deto'. Keduanya merupakan hewan mammalia (menyusui) yang mirip dengan manusia. Keberhasilan ini diumumkan pada bulan Maret tahun 1997-beberapa minggu setelah keberhasilan kloning domba 'Dolley'-.
DEFINISI

Secara definisi, klon adalah sekelompok organisme hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang dihasilkan melalui reproduksi aseksual dan berasal dari satu induk yang sama. Setiap anggota dari klon tersebut mempunyai susunan dan jumlah gen yang sama dan kemungkinan besar fenotipnya juga sama.

Macam-macam Kloning

Di bawah ini ada beberapa macam kloning, di antaranya:

Kloning pada hewan. Kloning pada hewan (binatang) terbagi dalam dua bagian, yaitu:

1. Kloning jasad (tubuh), yang biasa disebut dengan kloning biotic atau kloning nucleus (inti sel). Jenis kloning ini bila dipahami secara mutlak, inilah yang terjadi pada proses kloning domba 'Dolley'.

2. Kloning gen (gene cloning) atau kloning pembelahan. Maksudnya adalah, suatu teknik dalam membagi atau membelah gen-menggandakannya-, sehingga janin (embrio) bisa membawa atau memiliki sifat-sifat bapak dan ibunya.

Kloning pada tumbuhan. Kloning pada tumbuhan biasa disebut dengan pertumbuhan biji (benih) tanpa melalui perkawinan. Dengan cara mengambil sebagian kecil dari bagian satu tumbuhan untuk menghasilkan bentuk tanaman yang sama atau persis seperti tumbuhan asalnya, seperti mencangkok, okulasi, menempel, enten, tunas, menyambung dan lain-lain.



MANFAAT KLONING



A. ALASAN DAN TUJUAN

Secara garis besar kloning bermanfaat:
1. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan
Manfaat kloning terutama dalam rangka pengembangan biologi, khususnya reproduksi-embriologi dan diferensiasi.
2. Untuk mengembangkan dan memperbanyak bibit unggul
Seperti telah kita ketahui, pada sapi telah dilakukan embrio transfer. Hal yang serupa tentu saja dapat juga dilakukan pada hewan ternak lain, seperti pada domba, kambing dan lain-lain. Dalam hal ini jika nukleus sel donornya diambil dari bibit unggul, maka anggota klonnya pun akan mempunyai sifat-sifat unggul tersebut.
3. Untuk tujuan diagnostik dan terapi
Sebagai contoh jika sepasang suami isteri diduga akan menurunkan penyakit genetika thalasemia mayor. Dahulu pasangan tersebut dianjurkan untuk tidak mempunyai anak. Sekarang mereka dapat dianjurkan menjalani terapi gen dengan terlebih dahulu dibuat klon pada tingkat blastomer. Jika ternyata salah satu klon blastomer tersebut mengandung kelainan gen yang menjurus ke thalasemia mayor, maka dianjurkan untuk melakukan terapi gen pada blastomer yang lain, sebelum dikembangkan menjadi blastosit.
Contoh lain adalah mengkultur sel pokok (stem cells) in vitro, membentuk organ atau jaringan untuk menggantikan organ atau jaringan yang rusak.
4. Menolong atau menyembuhkan pasangan infertil mempunyai turunan
Manfaat yang tidak kalah penting adalah bahwa kloning manusia dapat membantu/menyembuhkan pasangan infertil mempunyai turunan. Secara medis infertilitas dapat digolongkan sebagai penyakit, sedangkan secara psikologis ia merupakan kondisis yang menghancurkan, atau membuat frustasi. Dalam hubungan ini, maka teknik kloning merupakan hal yang revolusioner sebagai pengobatan infertilitas, karena penderita tidak perlu menghasilkan sperma atau telur. Mereka hanya memerlukan sejumlah sel somatik dari manapun diambil, sudah memungkinkan mereka punya turunan yang mengandung gen dari suami atau istrinya.

B. HASIL PENELITIAN YANG TELAH DILAKUKAN
Clonaid mengklaim bahwa telah lahir bayi pertama hasil kloning (Eva) dengan persalinan seksio sesarea pada 26 Desember 2002 dan bayi kedua di Eropa (Belanda) dari pasangan lesbian pada awal Januari 2003, dan bayi ketiga pada akhir Januari 2003 dari pasangan Jepang yang mana melakukan kloning dari putera mereka yang telah meninggal, plus bayi lainnya dari pasangan Arab Saudi dan seorang bayi berikutnya yang tidak dipublikasikan berkebangsaan apa.

C. TINJAUAN BIOETIKA KLONING
Hingga waktu ini sikap para ilmuwan, organisasi profesi dokter dan masyarakat umumnya adalah bahwa pengklonan individu yaitu pengklonan untuk tujuan reproduksi (reproductive cloning) dengan menghasilkan manusia duplikat, kembaran identik, manusia fotokopi yang berasal dari sel induk dengan cara implantasi inti sel tidak dibenarkan, tetapi untuk tujuan terapi (therapeutic cloning) dianggap etis.

KESIMPULAN

Seperti telah dikemukakan oleh Antinori dan Eibert (dalam Barnett J) kloning manusia merupakan upaya terakhir bagi pasangan infertil untuk mempunyai turunan, walaupun pada waktu ini masyarakat umum, terutama kaum agama masih menentang keras. Namun masih ada peluang pada suatu saat akan berubah. Hal tersebut terlihat antara lain pada waktu Zavos dan Antinori mengumumkan niatnya untuk melakukan kloning manusia sudah ada 10 pasangan infertil yang bersedia jadi relawan untuk percobaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar